Pertemuan 9
04.34 |
Filsafat Psikologi
Filsafat
merupakan induk dari semua ilmu pengetahuan, termasuk psikologi. Hingga
abad 19, psikologi dikembangkan oleh para ahli filsafat yang
pengamatannya dilandaskan pada refleksi abstrak dan spekulatif.
Selanjutnya psikologi dirasakan perlu melakukan metode lain, yaitu
metode empiris. Walaupun sudah berpisah dengan filsafat, psikologi masih
memiliki hubungan dengan filsafat, khususnya menyangkut sifat, hakekat
dan tujuan ilmu pengetahuan.
Tokoh Awal Psikologi
Wilhelm
Wundt, seorang ketua bagian filsafat di Universitas Liepzig Jerman,
adalah pendiri psikologi yang mendirikan laboratorium psikologi pertama
di dunia. Wundt bersama pengikutnya mengembangkan aliran strukturalisme
dalam psikologi.
William
James dengan aliran fungsionalismenya, berpendapat bahwa psikologi harus
meneliti secara mendalam bagaimana proses mental manusia itu berfungsi.
Dan James
Watseon dengan aliran behaviorismenya berpendapat bahwa psikologi harus
mempelajari kejadian-kejadian dan perilaku disekelilingnya.
Landasan Filosofi berbagai aliran Psikologi
Ontologi
pada positivisme sejalan dengan dasar pemikiran yang digunakan oleh
pendekatan behaviorisme. Pada pendekatan ini seorang ahli psikologi
mengamati individu dari perilakunya.
Dalam
psikologi Gestalt, beberap[a tokohj terkemukanya antara lain Wolfgang
Kohler, Kurt Koffka, dan Max Wertheimer. Psikologi Gestalt merupakan
aliran yang cukup kuat dan padu. Falsafah yang dikemukakannya sangat
mempengaruhi bentuk psikologi di Jerman, dan kelak sampai ke Amerika
Serikat. Teori filosofik psikologingestalt dapat didekati dengan
fenomenologi, Heidegger adalah seorang fenomenolog. Fenomenologi adalah
deskripsi tentang data.
Freud sangat terpengaruh oleh filsafat determinisme dan positivisme ilmu pengetahuan abad XIX
Psikologi kognitif memiliki landasan filosofis rasionalisme, tokohnya adalah Rene Descartes, Spinoza, dan Liebniz.
Filsafat dan Konseling
* Esensialisme :
Ada 3 aspek, yakni : rasionalisme, ideslisme, dan realisme. Asumsinya
adalah bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk hidup didunia yang
memiliki akal untuk mengetahui dunianya dimana ia hidup.
* Progresivisme :
Muncul sebagai akibat dari melunturnya kepercayaan terhadap
konsep-konsep yang absolut. Para ahli memperhatikan hal-hal yang
langsung dan khusus yang dapatdilihat sebagai realitas dan obyek yang
dapat dilihat, yang realistis dan memnutuhkan pemecahan persoalan secara
langsung
*
Eksistensiaalisme : Konsep dasarnya menurut Blocher adalah kerinduan
manusia untuk mencari sesuatu yang penting, sesuatu yang bermakna dalam
dirinya. Eksistensi merupakan sesuatu yang paling bermakna didalam diri
seseorang. Konseling dari sudut filsafat eksistensialistik ialah
keterlibatan konmselor dalam usaha merekonstruksi struktur pribadi yang
bermakna pada klien.
Filsafat Ilmu dan Psikologi
Filsafat
ilmu, sebagai salah satu cabang filsafat, memberikan sumbangan besar
bagi perkembangan ilmu psikologi. Peran filsafat adalah supaya ilmuwan
dapat semakin kritis terhadap pola kegiatan ilmiahnya sendiri, dan
mengembangkannya sesuai kebutuhan masyarakat. Dan diharapkan pula agar
psikolog bisa menjadi ilmuwan yang rendah hati dan terhindar dari sikap
saintisme. Filsafat juga bisa menegaskan akar historis ilmu psikologi.
Teks-teks kuno dari filsafat juga bisa dijadikan pemikiran baru yang
berguna bagi perkembangan ilmu psikologi.
Etika dan Psikologi
Etika juga
cukup penting bagi perkembangan ilmu psikologi. Etika yang dimaksud
adalah ilmu tentang moral. Seorang psikolog membutuhkan panduan etis
didalam kerja-kerja mereka.
Latar Belakang Psikologi
Aristoteles
membagi ilmu pengetahuan teoritis atas fisika, matematika dan
metafisika.Psikologi masuk kedalam fisika. Obyek penyelidikan psikologi
mencakup hal-hal fisis atau alamiah. Psikologi secara khusus menyelidiki
segolongan makhluk-makhluk fisis, yaitu makhluk-makhluk yang mempunyai
jiwa.
Filsafat terbagi menjadi beberapa zaman :
1. Yunani Kuno
: pemikir Yunani adalah yang pertama berusaha menjelaskan "asal muasal"
segala sesuatu dengan melihat ke alam, bukan dewa-dewa/mitologi.
Terdapat 4 orientasi, yaitu orientasi naturalistik, biologik, matematik,
eklektik dan humanistik. Beberapa tokohnya adlah Socrates, plato, dan
Aristoteles.
2. Romawi :
Filosofi Romawi tidak tersusun secara komprehensif seperti filosofi
Yunani. Ada 3 aliran besar : Stoicism, Epicureanism dan Neo-Platonism
3. Gereja : Ada 2 tokoh besar pada zaman ini, yaitu St. Agustine dan St. Thomas Aquinas
4. Renaissance : Ada 3 tokoh besarnya, antara lain Francis Bacon, Rene Descartes dan Thomas Hobbes.
5. Asosianisme Lama : Tokoh besarnya adalah John Stuart Mill
Dari beberapa zaman filsafat diatas, terbagi menjadi 2 ilmu, yaitu ilmu semu dan ilmu faal.
1. Ilmu-ilmu semu : Terbagi menjadi beberapa hal, Phrenologi, Physiognomi, dan Mesmerisme.
2. Ilmu Faal :
Beberapa tokoh-tokohnya adalah Sir Charles Bell, Francois Magendie,
Marshal Hall, Johannes Peter Muller, Paul Broca, Gustav Theodor Fechner,
Herman Ludwig Ferdinand von Helmoltz, Sir Francis Galton dan Emil
Kraepelin.
Kemudian dari
kedua ilmu diatas, terbentuk suatu pandangan yang namanya
Elementisme/Strukturalisme, 2 tokoh besarnya adalah Wilhelm Wundt dan
muridnya, E.B. Titchener.
Berikut adalah aliran-aliran psikologi setelah Wundt (beserta tokohnya) :
1. Aliran Wurzburg (Oswald Kulpe)
2. Psikologi Gestalt (Karl Buhler)
3. Fungsionalisme (William James, John Dewey, James Mckeen Cattel dan Edward Lee Thorndike)
4. Behaviorisme (Ivan Petrovich Pavlov, John Broades Watson, Edward Chase Tolman, B.F.Skinner)
5. Psikologi Hormik/Purposif (William McDougall)
6. Teori Konvergensi (William Louis Stern)
7. Psikologi Gestalt (Max Wertheimer, Franz Brentano, Christian Von Ehrenfels, Kurt Koffka dan Wolfgang Kohler)
Sumber: Power point dosen filsafat (Pak Raja)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar