RSS

Review Jurnal




Hai teman-teman ketemu lagi nih dengan gue waktu hari ke empat akan berakhir pak Mika memberikan tugas meriview jurnal. Ini punya gue. Mana punya teman-teman yang cantik-cantik dan ganteng?

I. KONSTRUKSI TEORI
Judul Jurnal : Pengaruh Kontrol Diri terhadap Pembelian Implusif pada Remaja Awal
Peneliti          : Melati Ro
stiana dan Aswini Widjaja
Tujuan          :Untuk mengetahui apakah kontrol diri berpengaruh terhadap pembeliah   
 implusif berdasarkan pada usia, jenis kelamin, uang saku per hari dan
 pengeluaran per hari.

       Rook (1987) mengatakan pembelian implusif adalah pembelian tanpa perencanaan, diwarnai oleh dorongan kuat untuk membeli yang muncul secara tiba-tiba dan seringkali sulit untuk ditahan, yang dipicu secara spontan saat berhadapan dengan produk, serta diiringi oleh perasaan menyenangkan dan penuh gairah. Konsumen merasa bahwa dorongan membeli yang mendadak ini tidak mampu ditolaknya (Solomon, 1999). Seringkali konsumen merasa memiliki perasaan yang kuat bahwa suatu produk harus dibeli (Mowen dan Minor, 2002).
Arnould, Price, dan Zinkhan (2004) mengatakan bahwa pembelian implusif  melibatkan keadaan afektif yang kuat dengan pengendalian kognitif yang rendah dan konsumen berperilaku secara otomatis. Ketika perilaku belanja implusif dilakukan, akan terjadi proses pertentangan atau konflik antara kognisi dan emosi dalam diri individu, namun faktor emosi memiliki peranan yang lebih besar (Herabadi, 2003). Keadaan afeksi seorang konsumen langsungmenuju pada perilaku membeli sehingga proses berpikir ditekan agar tidak mnghambat atau mengurangi perasaan ketika melakukan pembelian implusif (Mowen dan Minor,2002). Shiv dan Fedorikhin (dikutip oleh Herabadi, 2003b) mengataka bahwa konsumen seringkali membuat keputusan tanpa banyak berpikir untuk dapat menghasilkan evaluasi yang bersifat lebih kognitif sehingga sebaliknya menjatuhkan pilihan berdasarkan evaluasi afektif yang bersifat spontan.
Goleman (dikutip oleh Ali dan Asrori, 2004) menggabarkan hubungan antara emosi dan perilaku remaja ke dalam bentuk-bentuk respon yang cepat tetapi ceroboh, mendahulukan perasaan kemudian pikiran. Setiono (2002) mengatakan bagwa pada tahap remaja mood dapat berubah dengan sangat cepat. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Csikszentmihalyi dan Larson (dikutip oleh Setiono, 2002) menemukan bahwa rata-rata memerlukan hanya 45 menit untuk merubah mood senang luar biasa ke sedih luar biasa.
Pengambilan keputusan yang buruk merupakan salah satu karakteristik yang terjadi dalam tahap perkembangan remaja. Menurut Rice (1999) tahao perkembangan remaja terbagi atas dua tahap, yaitu remaja awal dan remaja akhir. Remaja awal relatif relatif tidak stabil dan pada umumnya remaja awal sifat berpikirnya belum mencapai kematangan. Oleh karena itu remaja awal memiliki kontrol diri yang rendah terhadap pembelian.
Loundon dan Bitta (1993) mengatakan terdapat lima karakteristikyang membedakan pembelian implusif dan pembelian tidak implusif, yaitu: (a) adanya suatu dorongan yang spontan untuk bertindak, yang membuat konsumen mengalami suatu perasaan yang kuat dan tidak dapat ditolakuntuk membeli produk. Keadaan ini timbul sebagai respon atas stimulus visual di tempat penjualan. (b) Dorongan tiba-tiba untuk membeli membuat konsumen berada dalam ketidakseimbanganpsikologis, dimana konsumen merasa kehilangan kontrol atas dirinya. (c) Konsumen mengalami konflik psikologis dan pergulatan antara kepuasan secepatnya dan konsekuensi jangka panjang terhadap sebuah pembelian. (d)  Konsumen mengurangi evaluasi kognitif terhadap karakteristik produk. (e) Dilakukan tanpa pertimbangan konsekuensi jangka panjang, seperti munculnya rasa nersalah dan lain-lain.
Menurut Chaplin (2001) kontrol diri adalah kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri, kemampuan untuk menekan tingkah laku implusif. Kontrol diri dapat diartikan sebagai keyakinan dalam membuat keputusan dan mengambil tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan dan menghindari hasil yang tidak diinginkan (Safarino, 1994). Jadi dapat disimpulkan bahwa kontrol diri adalah keyakinan dalam membuat suatu keputusan dan mengambil suatu tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Semakin tinggi kontrol diri yang dimiliki maka semakin baik keyakinan dalam membuat suatu keputusan  dan mengambil suatu tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan dan menghindari hasil yang tidak diinginkan.
Baumeister (2002) menyebutkan tiga hal penting yang dibutuhkan dalam kontrol diri yaitu: (a) Standar (b) Monitoring (c) Kapasitas untuk berubah
Gul dan Pesendorfer mengatakan bahwa kontrol diri berfungsi untuk menyelaraskan antara keinginan dan godaan. Sejumlah pakar seperti Averill, Cohen, Evans dkk mengungkapkan bahwa ada lima dimensi kontrol diri yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari yaitu : (a) kontrol perilaku, (b) kontrol kognitif, (c) kontrol dalam pengambilan keputusan, (d) kontrol informasi, dan (e) kontrol pengalaman.

II.   KONFIRMASI
Hipotesis dalam jurnal ini adalah bahwa kontrol diri memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembelian implusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembelian implusif. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin tinggi kontrol diri maka pembelian implusif semakin rendah.
Hasil penelitian-penelitian sebelumnya yang meneliti tentang kedua konstruk tersebut juga menunjukkan hasil yang sama.Dari hasil di atas kalian bisa gunakan teori reliability theory hasil penelitian yang dulu dan yang sekarang menunjukkan hal yang sama. Artinya ada kestabilan evidence.
Penelitian ini menggunakan alat ukur IBTS (Impulse Buying Tendency Scale). Namun juga memasukkan banyak teori-teori dari para ahli. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif secara bersamaan.

III. INFERENSI
Kesimpulannya adalah berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data, maka hipotesis penelitian terbukti yaitu kontrol diri memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembelian implusif. Kontrol diri memberikan kontribusi sebesar 28,3% terhadap pembelian implusif. Hal ini menunjukkan bahwa ada faktor-faktor lain yang memiliki kontribusi terhadap pembelian implusif. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa semakin tinggi kontrol diri partisipan penelitian maka pembelian implusif semakin rendah.
Dalam jurnal ini menggunakan metode deduktif karena dalam penelitian ini awalnya peneliti memaparkan banyak teori dan pengertian pembelian implusif dan kontrol diri dari banyak para ahli.

http://binarpsikologi.blogspot.com/2014/09/Review-Jurnal.html#comment-form

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

5 komentar:

Unknown mengatakan...

Keren bgt, terlalu lengkap pkoknya wkwk NIlainya 90 ya bin :)

Khansa mengatakan...

maaci tina :)

Olentin Tirtajaya mengatakan...

Keren blognya dan isinya hehe ,gw kasih 85 yaa

Unknown mengatakan...

baguuus nih blognya heeheh . 88 yah untuk kamuu

Khansa mengatakan...

makasih olentin dan fransisca :D

Posting Komentar