RSS

pertemuan 7


Badan dan Jiwa

Maaf ya para reader sekalian, saya terbalik nih ngepost nya, saya ngepost pertemuan 8 dulu baru pertemuan 7..Maaf ya sekali lagi hehhe
oke lah langsung kita bahas aja ya Masalah ‘Badan dan Jiwa' Adakah dari para readers yang tau apa itu badan dan jiwa? Saya rasa sudah pada tahu semua ya, cuman sedikit bingung bagaimana cara menyampaikannya, Oke.. Cekidot kita baca post saya kali ini tentang badan dan jiwa.


*      Badan dan jiwa = satu kesatuan yg membentuk pribadi manusia. Kesatuan keduanya membentuk keutuhan pribadi manusia.

Bagaimana mengerti badan dan jiwa? Bagaimana peranan masing2 dlm membentuk eksistensi manusia?
 Untuk mengerti itu maka kita harus membahas tentang tiga bahasan di bawah ini.
1)  Ada dua aliran yg melihat badan dan jiwa secara bertolak belakang: monisme dan dualisme.
2) Tanggapan terhadap kedua aliran.
3   Pengertian dan hakekat badan dan jiwa.


MONISME

# Aliran yg menolak pandangan bhw badan dan jiwa merupakan dua unsur yg terpisah. Badan dan jiwa adalah satu substansi. Keduanya satu kesatuan yg membentuk pribadi manusia.
# Tiga bentuk aliran ini:

    a.  Materialisme :
Menempatkan materi sbg dasar bagi sgala hal yg ada (fisikalisme). Manusia juga bersumber pd materi. Manusia tdk pernah melampaui potensi jasmaninya. Jiwa tdk punya eksistensi sendiri. Jiwa bersumber dr materi. 
Eksistensi jiwa bersifat kronologis (hasil hub sebab akibat). Reduksi humanitas pd dimensi fisik punya implikasi negatif pd penilaian atas aktivitas mental.

   b.   Teori identitas :
menekankan hal berbeda dr materialisme, tp mengakui aktivitas mental manusia.
Ini menjadi ciri khas manusia. Letak perbedaan jiwa dan badan hanya pd arti bukan referensi. Badan dan jiwa merupakan dua elemen yg sama.

  c.   Idealisme :
Ada hal yg tdk dpt diterangkan semata berdasarkan materi, spt pengalaman, nilai dan makna.
Itu hanya punya arti bila dihubungkan dg sesuatu yg imaterial yaitu jiwa.
descartes.jpg
Rene Descartes dengan cogito ergo sumnya menjadi peletak dasar dr idealisme.



DUALISME

# Badan dan jiwa adalah dua elemen yg berbeda dan terpisah. Perbedaannya ada dlm pengertian dan objek.
# Empat cabang:
1) Interaksionisme = fokus pd hubungan timbal balik antara badan dan jiwa. Peristiwa mental bs menyebabkan peristiwa badani dan sebaliknya.

2) Okkasionalisme = memasukkan dimensi ilahi dlm membicarakan hub badan dan jiwa. Hub peristiwa mental dan fisik bisa terjadi dengan campur tangan ilahi.

3) Paralelisme = sistem kejadian ragawi terdapat di alam, sedangkan sistem kejadian kejiwaan ada pd jiwa manusia. Dlm diri manusia ada dua peristiwa yg berjalan seiring yaitu peristiwa mental dan fisik, namun satu tdk jd sumber bagi lainnya.

4) Epifenomenalisme = melihat hub jiwa dan badan dari fungsi syaraf. Satu2nya unsur utk menyelidiki proses kejiwaan adalah syaraf.

TANGGAPAN SINGKAT

1)    Pandangan monisme bertentangan dg hakekat manusia sesungguhnya. Plato berkata, badan dan jiwa punya sifat yg berbeda. Badan sementara, jiwa abadi.
Kelemahan materialisme= tidak bisa melihat bahwa pengalaman bersifat personal.
2)      Pandangan dualisme, khususnya paralelisme yg mengatakan badan jiwa dua hal yg terpisah, tdk terkait, sulit diterima. Perbuatan baik muncul dr niat yang baik. Manusia adalah makhluk rohani dan jasmani sekaligus.

BADAN MANUSIA


gerg.jpg


Ø Badan = elemen mendasar dlm membentuk pribadi manusia. Apa pengertian badan?

Ø Pandangan tradisional, badan = kumpulan berbagai entitas material yg membentuk makhluk. Mekanisme gerakan badan bersifat mekanistik. Pandangan ini tdk memberikan pandangan utuh ttg manusia. Badan hrs dimengerti melebihi dimensi fisik. Badan menyangkut keakuan. Membicarakan tubuh adalah membicarakan diri (Gabriel Marcel).

Ø Hakekat badan bukan pertama-tama terletak pd dimensi materialnya, tapi dlm seluruh aktivitas entitas yg terjadi dlm badan: tertawa, menangis, berjalan, lari, duduk, dll.

JIWA MANUSIA

soul-10557292.jpg
Ø Jiwa harus dipahami sbg kompleksitas kegiatan mental manusia. Jiwa menyadarkan manusia siapa dirinya.

Ø James P Pratt menunjuk ada empat kemampuan dasar jiwa manusia.
1)   Menghasilkan kualitas penginderaan.
2)   Mampu menghasilkan makna yg berasal dr pengeinderaan khusus.
3)   Mampu memberi tanggapan thdp hasil penginderaan.
4)   Memberi tanggapan pd proses yg terjadi dlm pikiran demi kebaikan.

  Ø Agustinus: manusia hanya bisa melakukan penilaian terhadap       tindakannya karena dorongan dr jiwa.


KESIMPULAN: Realitas manusiawi – realitas prinsipial terbentuk dr dua elemen, yaitu material dan spiritual. Badan dan jiwa = satu kesatuan yg membentuk eksitensi manusia. Jiwa tdk bisa berfungsi baik  kalau tdk ada badan. Badan manusia bukan mekanistik, tapi dinamika dari jiwa itu sendiri.

Sumber: Power Point dari dosen filsafat (Dr. Raja Oloan Tumanggor, Carolus Suharyanto, Lic.Theol,  Mikha Agus Widianto, M.Pd, Bonar Hutapea, M.Si.Psi)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

5 komentar:

Unknown mengatakan...

Blognya colorful, seru n menarik terutama windmills yang gerak2 disamping ini (aku ngak tau namanya apa) nilainya 98

Khansa mengatakan...

waahh makasih ya Ella. Aku jadi makin semangat nih

Unknown mengatakan...

Binarrr kerenn, baguss 90 yaa :)

Unknown mengatakan...

Binar blognya bagus deh, penuh warna, kreatif banget, isinya juga gak kalah menarik, kasih 100!!!

Khansa mengatakan...

makasih ya tina dan salvian :)

Posting Komentar