Kali ini saya akan membicarakan materi tentang “Kebebasan”.
Sebelum mulai membahas saya ingin bertanya dulu nih kepada para pembaca.
Sebenarnya kebebasan itu apa sih? Apakah manusia makhluk yang bebas? Yang mau
memberikan tanggapan silahkan di coment post ini ya teman-teman. Tapi saya
ingin meminta anda-anda sekalian memberikan pendapat anda sebelum anda membaca lebih
lanjut lagi. Saya mau tau apa pendapat teman-teman yang cantik dan ganteng-ganteng
semua. Silahkan kemukakan, kemudian baca lah post berikut ini dengan hati yang
happy ya teman-teman yang saya cintai sekalian :D
Awalnya saya sendiri mempunyai presepsi bahwa manusia itu
adalah mahluk yang tidak bebas. Menurut saya manusia itu harus taat terhadap
aturan-aturan yang ada. Hal itu membuat manusia tidak bisa melakukan apapun
yang Ia inginkan. Hal ini membuat manusia tidak bebas. Misalnya saja keteka
kita bersekolah di suatu sekolah. Sudah pasti sekolah tersebut mempunyai
peraturan yang terkadang tidak sesuai dengan jalan pikiran kita sebagai remaj
yang masih mencari jati diri, hal ini terkadang membuat kita tertekan dan tidak
jarang juga melanggarnya dengan diam-diam (Ya iyalah diam-diam, kalau
ngomong-ngomong kan kena marah hahha).
Namun akhirnya presepsi saya berubah ketika Pak Bonar, dosen
saya di mata kuliah filsafat menjelaskan saya tentang materi kebebasan. Beliau
mengatakan bahwa Dalam filsafat pengertian kebebasan adalah Kemampuan manusia
untuk menentukan dirinya sendiri. Kebebasan lebih bermakna positif, dan ia ada
sebagai konsekuensi dari adanya potensi manusia untuk dapat berpikir dan
berkehendak. Sudah menjadi kodrat manusia untuk menjadi mahluk yang memiliki
kebebasan, bebas untuk berpikir, berkehandak, dan berbuat.
Kebebasan
mempunyai beberapa batasan. Batasan ini ada agar kita bisa mengendalikan
pemikiran kita mengenai kebebasan itu.
Kebebasan
pertama-tama dibatasi oleh faktor-faktor dari dalam, baik fisik maupun psikis.
Kebabasan yang dibatasai oleh lingkungan, baik
ilmiah maupun sosial. Lingkungan ini sangat menentukan pandangan kita mengenai
kebebasan. Karena di setiap lingkungan yang berbeda maka mereka mempunya
pandangan yang berbeda pula.
Dalam budaya Barat, undang-undanglah yang
menentukan batasan kebebasan dan undang-undang ini hanya menyoroti masalah
sosial yang ada. Artinya, undang-undang mengatakan bahwa kebebasan seorang tidak
boleh menodai kebebasan orang lain dan membahayakan kepentingan mereka. Setiap
manusia memiliki kebebasannya masing-masing dan hal tersebut menjadi pembatas
bagi kebebasan menusia yang lainnya. Hak setiap manusia atas kebebasan yang
sama.
Sejalan dengan ketentuan peraluran
perundang-undangan yang berlaku dan prinsip hukum internasional sebagaimana
tercantum dalam Pasal 29 Deklarasi Universal Hak-Hak Asasi.
Ayat dua (2) dalam pelaksanaan hak dan
kebebasannya, setiap orang harus tunduk semata-mata pada pembatasan yang
ditentukan oleh undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan dan
penghargaan terhadap hak serta kebebasan orang lain, dan untuk memenuhi
syarat-syarat yang adil bagi moralitas, ketertiban. serta kesejahteraan umum
dalam suatu masyarakat yang demokratis.
- Generasi-generasi mendatang
Kebebasan juga dibatasi oleh masa depan umat
manusia, atau generasi mendatang. Kebebasan kita dalam menggunakan sumber daya
sampai poin tertentu, sehingga generasi kedepan juga bias menggunakan alam
sebagai dasar kebutuhan hidupnya, atau istilahnya adalah sustainable
development (pembangunan berkelanjutan)
Jadi pada intinya manusia itu adalah makhluk yang bebas
namun harus ada batasan-batasannya karena jika tidak diberi batas maka tiap
manusia akan bertindak sewena-wena. Dan akan banyak kehancuran yang terjadi di
bumi, maka dari itu diberi aturan-aturan yang tujuannya tidak lain adalah untuk
kebaikan. Dan manusia sebagai makhluk yang bebas akn memilih apakah akan
mentaati aturan tersebut atau malah melanggar peraturan tersebut.
2 komentar:
Binaarr kereenn, semangat ngeblognya! wkwk 90 yaa :D
makasiih tina
Posting Komentar