RSS

Epistimologi dan Metafisika/Ontologi




    Sebelum memperdalam materi mari kita melihat tayangan vidio dengan cara mengklik gambar dibawah ini.
    http://www.youtube.com/watch?v=7bwoVEYEdok

    http://www.youtube.com/watch?v=XTsaZWzVJ4c

    Semoga dengan melihat vidio ini kalian menjadi sedikit paham tentang epistimologi dan metafisika ya. Nah sekarang marilah kita bahas lebih dalam tentang kedua hal tersebut.


    Pada mulanya filsafat mencakup seluruh ilmu pengetahuan, namun seiring berkembangnya jaman, filsafat makin rasional dan sistematis. Karena itu pengetahuan manusia makin luas dan bertambah banyak, tetapi menjadi makin khusus. Akibatnya disiplin ilmu memisahkan diri dari filsafat dan membuat cabang baru seperti biologi dan lain-lain. Namun masalah pokok filsafat makin banyak, maka perlu dibagi sesuai kelompok permasalahan, yang disebut cabang filsafat. Cabang-cabang filsafat antara lain adalah:
    1. Epistemologi: Filsafat ilmu pengetahuan
    2. Metafisika: Ontologi, Kosmologi, Teologi metafisik, Antropologi
    3. Logika: Ilmu berpikir kritis
    4. Etika: Filsafat tingkah laku
    5. Estetika: Filsafat keindahan
    6. Aksiologi: Filsafat Nilai
    7. Filsafat Khusus berbagai disiplin ilmu: Fils. Pendidikan, Fils. Agama, Fils. Hukum, Fils. Ekonomi, dll.
    Tokoh-tokoh yang berjasa dalam pembagian cabang-cabang filsafat adalah:
              Aristoteles: Fils. Spektulatif/Teoretis, praktika, produktif. Analitika dan Dialektika masuk dalam metode dasar bagi pengembangan filsafat.
              Christian Wolff (1679-1754): Logika, Ontologi, Kosmologi, Psikologi, Teologi Naturalis, Etika.
              Will Durant (The Story of Philosophy, 1926): Logika, Estetika, Etika, Politika, Metafisika.
              Eerste Nederlandse Systematich Ingerichte Encyclopaedie-ENSIE: Metafisika, Logika, Epistemologi, Filsafat Ilmu, Fils. Naturalis, Fils. Kultural, Fils. Sejarah, Estetika, Etika, Fils. Manusia.
              The World University Encyclopedia: Sejarah filsafat, Metafisika, Epistemologi, Logika, Etika, Estetika.
    Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang Epistimologi dan Metafisika saja.
    Epistimologi
    Epistimologi berasal dari bahasa Yunani yaitu episteme yang artinya pengetahuan dan logos yang artinya ilmu. Jadi Epistemologi adalah kata, pikiran, percakapan tentang pengetahuan atau ilmu pengetahuan. Epistemologi adalah topik yang sering dibicarakan dalam filsafat karena Epistemologi membahas persoalan tentang sumber, asal mula, sifat dasar, batas, jangkauan, dan validitas. Pertanyaan yang sering muncul dalam Epistemologi  adalah ‘Apa sumber pengetahuan, apakah ia berasal dari pengamatan pengalaman atau akal budi? Apakah ilmu pengetahuan sesuatu yang pasti atau hanya dugaan?’.  Karena membahas tentang ilmu pengetahuan, maka ada jenis-jenis pengetahuan diantaranya:
              Pengetahuan biasa: pra-ilmiah, krn hasil pencerapan indrawi dan hasil pemikiran rasional yang masih harus diuji lebih lanjut kebenarannya.
              Pengetahuan ilmiah: diperoleh lewat metode ilmiah dan dpt dijamin kepastian kebenarannya.
              Pengetahuan filsafati: pemikiran resional yang didasarkan pada pemahaman dan pemikiran logis, analitis dan sistematis.
    Dengan ciri-ciri:
              Pengetahuan memiliki subjek, yakni yang mengetahui, dan objek yaitu sesuatu yang ikhwalnya kita ketahui.
              Pengetahuan bertautan erat dengan kebenaran, untuk kebenaran memang sangat sulit, karena demi kebenaran pengetahuan eksis.
    Ada beberapa tokoh yang merumuskan sumber-sumber pengetahuan yaitu:
              Plato, Descartes, Spinoza, Leibniz: akal budi atau rasio.
              Bacon, Hobbes, Locke: pengalaman inderawi. Seluruh ide, konsep manusia berasal dari pengalaman, dan bersifat aposteriori.
              John Locke: ide manusia berasal dari sensasi, refleksi terhadap ide sensatif itu.
              Immanuel Kant: Walau ide dan konsep apriori, ia bisa diaplikasikan bila ada pengalaman. Dkl: akal budi manusia bisa berfungsi bila dihubungkan dengan pengalaman.
    Pengetahuan berkaitan erat dengan kebenaran, oleh karena itu para filsuf banyak yang mencoba menjawab ‘Apakah ada pengetahuan yang benar dan pasti?’. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
    *      Penganut skeptisisme: segala sesuatu dapat saja disangsikan kebenarannya. Pegangannya ungkapan Sokrates: “Apa yang saya ketahui ialah bahwa saya tidak mengetahui apa-apa”. Dkl: Tidak ada pengetahuan yang pasti.
    *      Phyrro (365-275SM), pencipta skeptisisme sistematis pertama: Kita harus senantiasa menyangsikan segala sesuatu, krn tidak ada yang benar-benar dpt diketahui dg pasti.
    *      J. Wilkins (1614-1672) dan J. Glanvill (1636-1680): membedakan pengetahuan tertentu yang sempurna dan pengetahuan tertentu yang sudah pasti. àTak seorg pun manusia dapat meraih pengetahuan sempurna krn kemampuan manusia telah cacat.
    *      David Hume (1711-1776): serang dasar pengetahuan empiris. Tidak ada generalisasi pengalaman yang dpt dibenarkan scr rasional. Generalisasi induktif bukan suatu proses berpikir, tapi sekedar berharap.
    *      Thomas Reid (1710-1796): Menyanggah presuposisi sentral Hume yang mengatakan bahwa kepercayaan kita yang sangat mendasar harus dibenarkan oleh argumen rasional falsafati. Bukti rasional falsafati yang dikehendaki Hume sesungguhnya tidak pantas dan tidak tepat, krn argumen rasional falsafati akan terus menerus memerlukan argumen rasional falsafati tak terbatas.
    *      Albert Camus (1913-1960): Manusia berusaha menakar makna dari sesuatu yang pada hakekatnya tak bermakna. Baginya, tidak ada makna, tidak ada pengetahuan yang benar secara objektif.
    Untuk membuktikan kebenara sebuah ilmu, maka harus ada dasar-dasar kesahihannya. Untuk itu di buatlah teori-teori tentang kesahihan. Ada empat teori kesahihan yaitu:

    - Teori kesahihan koherensi: proposisi diakui sahih bila ia memiliki hubungan dengan gagasan proposisi sebelumnya yang sahih.
                    -Teori kesahihan korespondensi: pengetahuan sahih, bila proposisi bersesuaian dengan realitas, punya kaitan erat dengan kepastian inderawi.
                    - Teori kesahihan pragmatis: pengetahuan sahih bila proposisi punya kegunaan bagi yang memiliki pengetahuan.
                    - Teori kesahihan logikal: memiliki term berbeda, tapi berisi informasi sama dan tak perlu dibuktikan lagi, mis. Siklus adalah lingkaran, lingkaran itu bulat. => Lingkaran bulat tak perlu dibuktikan kebenarannya.

    Metafisika
    Pengertian metafisika menurut para ahli
    Aristoteles: cabang filsafat yang mengkaji yang ada sebagai yang ada.
    Anton Bakker: cabang filsafat yang menyelidiki dan menggelar gambaran umum tentang struktur realitas yang berlaku mutlak dan umum.
    Frederick Sontag: filsafat pokok yang menelaah ‘prinsip pertama’.
    Van Peursen: bagian filsafat yang memusatkan perhatiannya kepada pertanyaan mengenai akar terdalam yang mendasari segala yangb ada.
    Michael J. Loux: ilmu tentang kategori.
    Jadi dapat disimpulkan bahwa metafisika adalah salah satu cabang Filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai penyebab segala sesuatu sehingga hal tertentu menjadi ada. Sesudah fisika, istilah Andronikos dari Rhodes untuk 14 buku Aristoteles yg ditempatkan sesudah fisika (8 buku) Jika disesuaikan dengan itu matafisika sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu ta meta ta physica yang artinya “yang datang setelah fisika”. Sebenarnya semenjak jaman Yunani Kuno (284-322 SM) para filsof sudah mengenal metafisika contohnya saja Aristoteles, namun Aristoteles sendiri tidak pernah memakai istilah metafisika. Aristoteles menyebut sesuatu yang mengkaji hal-hal yang sifatnya diluar fisika sebagai filsafat pertama (prote philosophia) untuk membedakannya dengan filsafat kedua yaitu disiplin yang mengkaji hal-hal yang bersifat fisika. Metafisika dibagi menjadi dua yaitu Metafisika Umum dan Metafisika Khusus. Metafisika umum membahas tentang segala sesuatu yang ada secara menyeluruh dengan cara memisahkan eksistensi dari penampilann eksistensi itu. Ada tiga teori ontologis yaitu:
    *      idealisme: ada sesungguhnya berada di dunia ide, yang tampak nyata dalam alam indrawi hanyalah bayangan dari yang sesungguhnya.  Berkeley (1685-1753) mengatakan: satu-satunya realitas sesungguhnya ialah aku subjektif spiritual. I. Kant (1724-1804) mengatakan: objek pengalaman ialah yang ada dalam ruang dan waktu, penampilan dari yang tak punya eksistensi dan independen di luar pemikiran kita. Dan Hegel (1770-1831) mengatakan: segala sesuatu yang ada adalah satu bentuk dari satu pikiran.
    *      Materialisme: menolak hal yang tak kelihatan. ‘Ada’ yang sesungguhnya adalah yang keberadaannya semata-mata material. Realitas ialah alam kebendaan. Leukippos dan Demokritos (460-370sM) mengatakan: realitas bukan hanya satu tapi banyak unsur yg tak dpt dibagi (atom). Hobbes (1588-1679) mengatakan: seluruh realitas ialah materi yg tak bergantung pada pikiran kita. L.A.Feuerbach (1804-1872) mengatakan: material adalah realitas sesungguhnya, sedangkan manusia bagian dari alam meteri itu.
    *      Dualisme: tipe fundamental substansi adalah materi (secara fisis) dan mental (tdk kelihatan scr fisis). Harus dibedakan dengan monisme dan pluralisme (àteori ttg jumlah substansi).
    Metafisika khusus
              Kosmologi: (kosmos=dunia/ketertiban, logos=kata, ilmu) percakapan tentang alam/ketertiban paling fundamental dari seluruh realitas.
                    àMemandang alam sebagai totalitas dari fenomena. Yang disoroti adalah ruang dan waktu, perubahan, kebutuhan, keabadian dengan metode rasional.
              Teologi metafisik: dikenal dengan theodicea yang membahas kepercayaan pada Allah di tengah realitas kejahatan yang merajalela di dunia.
                    àMembahas eksistensi Allah lepas dari kepercayaan agama. Beberapa tokoh Anselmus, Descartes, Thomas Aquinas, I.Kant membuktikan Allah ada dengan bukti rasional sbb:
                    =Argumen ontologis: semua manusia punya ide tentang Allah. Realitas lebih sempurna dari ide.
                   Tuhan pasti ada dan realitas adanya pasti lebih sempurna dr ide manusia tentang Tuhan.
    =Argumen kosmologis: setiap akibat pasti punya sebab. Dunia (kosmos) adalah akibat. Penyebab adanya dunia ialah Tuhan.
    =Argumen teleologis: Segala sesuatu ada tujuannya. Seluruh realitas tidak terjadi dengan sendirinya. Pengatur tujuan adalah Tuhan.
    =Argumen moral:Manusia bermoral karena dapat membedakan yang baik dan buruk. Dasar dan sumber moralitas adalah Allah.
              Filsafat Stoa: panteistis – segala sesuatu dijadikan oleh kekuatan ilahi/kekuatan alam. Spinoza melihat segala sesuatu yang ada adalah Allah. Skeptisisme sebaliknya meragukan adanya Allah.
              David Hume: Tidak ada bukti yang benar-benar sahih yang membuktikan Allah ada. Hume menolak Allah dan kebenaran agama.
              Feuerbach: religi tercipta oleh hakekat manusia sendiri, yakni egoisme.
              L. Feuerbach: religi tercipta oleh hakikat manusia sendiri. Allah adalah gambaran keinginan manusia. Allah tak lain dari apa yang diinginkan manusia.
              F. Nietzche: Konsep Allah dalam agama kristen adalah buruk, karena Allah dianggap sbg Allah yang lemah. Ia berkesimpulan Allah itu sudah mati.
              Sigmund Freund: tiga fungsi Allah yang utama, yaitu a) penguasa alam, b) agama mendamaikan manusia dengan nasibnya yang mengerikan, c) Allah menjaga agar ketentuan/peraturan budaya dilaksanakan.
    Jadi dapat ditarikkan kesimpulan bahwa sebenarnya filsafat adalah ilmu yang bisa menjadi baik dan juga menjadi buruk. Tergantung individu itu sendiri bagaimana cara ia memandang sebuah ilmu. Seperti contohnya para tokoh diatas ada yg percaya keberadaan Tuhan namun ada juga yang tidak percaya. Kita tidak dapatmengatakan yang ini benar dan yang ini salah, karena semua orang mempunyai haknya masing-masing untuk memilih. “Pola pikir dapat membuat manusia menjadi lebih baik atau malah menghancurkan dirinya sendiri.” Bagaimana dengan Anda?
    Salam penulis: Binar Khansa J
    Sumber: power point dari
    DR. RAJA OLOAN TUMANGGOR dan http://parapsikolog.wordpress.com/arti-metafisika/
    Semoga bermanfaat

    • Digg
    • Del.icio.us
    • StumbleUpon
    • Reddit
    • RSS

    7 komentar:

    Unknown mengatakan...

    Lengkap banget isi blognya hehe nice binar :)

    Anonim mengatakan...

    Huuuaaa kerennn 90 buatt binaarrr

    Unknown mengatakan...

    Keren nihhhh 90 ya!

    Khansa mengatakan...

    makasih ya lulu..
    makasih sifa dan nia :*

    Unknown mengatakan...

    wizz temen kelompok gw emang keren bgt blognya, salut jagoo!! 99 deh nilainya wkwk

    maginda mengatakan...

    nice one

    Khansa mengatakan...

    makasih tina dan maginda

    Posting Komentar